Sabtu, 10 Januari 2015

BELAJAR DARI PERJUANGAN MEREKA


By on Sabtu, Januari 10, 2015

RuhulBurhan.com- Sering kali orang menyerah ketika gagal satu atau dua kali padahal, jika mereka tahu orang orang sukses yang mempunyai karya besar mereka terlebih dahulu melewati ribuan kali kegagalan dan terus mencoba sampei mereka bisa SUKSES. Berikut beberapa pelajaran dari tokoh yang mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kalian....
 
Walt Disney.  

Siapa yang tak kenal dengan Walt Disney, nama ini terdengar begitu akrab dan melegenda di seantero penjuru dunia tak hanya anak kecil yang menggemari hasil karya Walt Disney. Orangorang dewasa pun tak ketinggalan menjadi fans berat kartun‐kartun buatan Walt Disney seperti Donald Duck, Mickey Mouse dan Pluto. Namun tak banyak orang yang tahu tentang perjalanan hidup sang Legendaris ini. Kehidupan mengantarkan Walt Disney menjadi loper koran yang tidak dibayar untuk membantu ayahnya setelah ladang pertanian milik ayahnya dijual akibat gagal panen. Di masa – masa sulit ini seringkali Walt berpikir, apakah untuk hidup di dunia ini orang harus bekerja mati‐matian sebagai budak dengan upah yang hanya bisa sekedar untuk survive ?. Walt dewasa kemudian mencoba untuk mengadu nasib menjadi tentara, namun akhirnya ia keluar dari ketentaraan usai perang dunia I. Masa sulit kembali menghinggapinya. Walt, bahkan nyaris menjadi gelandangan karena tak memiliki uang sepeserpun dan tak memiliki tempat tinggal. Namun ia tak pernah berputus asa, Ia masih memiliki harapan dalam hidup. Bakatnya dalam menggambar diyakininya masih mampu memerinya penghidupan. Berangkat dari keyakinan ini Walt mencoba menawarkan dirinya untuk bekerja namun berulang ia mengalami kegagalan, hingga pada akhirnya ada satu studio yang tertarik dengan bakat Walt yang luar biasa. Mereka bahkan langsung memesan satu cerita “Alice in The Wonderland” dalam bentuk film kartun bergerak, dengan harga awal US$ 1.500. Namun ini bukanlah awal dari kesuksesan Walt Disney, Ia masih harus mengalami kegagalan ratusan kali dalam proyekproyeknya sebelum akhirnya Ia berhasil membawa Disney Company menjadi perusahaan perfilman kelas dunia dengan omset 30 milliar dollar per tahun.

Soichiro Honda

Pendiri dinasti usaha Honda yang legendaris ‐ adalah cerita tentang murid miskin yang bercitacita bisa mendisain piston. Setiap malam, Soichiro muda pekerjaannya hanya mendisain piston sampai tangannya cacat. Hampir semua uang yang tersedia di kantong dialokasikan untuk itu. Bahkan, perhiasan isteripun dia jual habis. Namun, toh tetap tidak cukup untuk membuat mimpinya menjadi kenyataan. Belakangan, setelah merasa yakin piston yang didisain cukup meyakinkan, datanglah dia ke pabrik mobil Toyota. Tetapi, nasib mujur belum memihak kepadanya. Toyota menolak rancangan piston terakhir. Dibutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk mendisain ulang piston tadi. Dengan membuang rasa malu, Soichoro datang lagi menjual usulnya ke Toyota. Kali ini, usulannya diterima. Akan tetapi, keadaan perang ‐ yang membuat perekonomian compang‐camping ‐ membuat semua mimpinya tenggelam. Tidak mau berhenti mencoba, Soichiro kemudian mendirikan pabrik piston sendiri. Baru saja ada tanda‐tanda awal kemajuan, AS membom Jepang dan berantakanlah semuanya. Di tengah‐tengah ekonomi yang berantakan ini, ditandai oleh ketiadaan bahan bakar, banyak tetangga yang memintanya merubah sepeda menjadi motor. Melihat peluang yang besar, ia kemudian menyurati lebih dari 18.000 toko sepeda untuk menawarkan jasa yang sama. Ada sekitar 5.000 toko yang memberi respons. Sukses ? Ternyata belum, karena dalam waktu sekejap terjadi over supply dalam produk sepeda motor. Honda mengungkapkan bahwa apa yang orang lihat saat ini adalah 1 persen kesuksesannya sementara itu 99 persen yang dialaminya adalah kegagalan.

Thomas Alva Edison 


Seorang anak sambil menangis meninggalkan sekolahnya. Ia mengenggam selembar kertas di tangannya yang dititipkan gurunya untuk diberikan kepada orangtuanya. Di atas kertas itu tertulis, “Karena anakmu terlampau bodoh dan tak mampu memahami pelajaran serta menghambat kemajuan proses pelajaran sekolah, dan demi rasa tanggung jawab kami terhadap murid‐murid yang lain, maka kami sangat mengharapkan agar anak ini secara terhormat menarik diri sendiri dari sekolah.” Setelah membaca nota tersebut, ibunya tak mampu menahan sedih. Air matanya mengalir deras. Ia sama sekali tak percaya kalau anaknya itu terlampau bodoh, dungu luar biasa dan tak mampu memahami pelajaran sekolah. Anak ini juga di usianya yang keduabelas menderita pendengaran yang lemah. Namun siapa yang bisa menyangka kelak anak ini menjadi seorang penemu serba bisa dan entrepreneur kelas dunia. Ratusan kali kegagalan yang dialaminya dalam menemukan bola lampu juga tak membuatnya menyerah. Kegigihannya ini akhirnya membuatnya berhasil memiliki 1097 hak paten dan mendirikan perusahaan General Electric, Co. yang hingga kini menjadi perusahaan yang sangat mapan di dunia. Salah satu ungkapannya yang cukup termasyhur adalah “Genius is one percent inspiration, ninety‐nine percent perspiration.” 

Demos Thenes  


Adalah seorang penderita kesulitan berbicara pada awalnya. Demikian parahnya penyakit terakhir, sampai‐sampai ia pernah tidak bisa mengeluarkan satupun kata. Tidak menyerah dalam melawan penyakit terakhir, ia kemudian latihan ribuan kali sehari. Bahkan, sering memenuhi mulutnya dengan kerikil. Bayangkan, betapa rumit dan mahalnya ongkos belajar seorang Demos Thenes. Belakangan, sejarah Yunani mencatat Demos Thenes sebagai orator paling hebat di zamannya.

Werner von Braun 



Dalam sejarah, Ia dicatat sebagai penemu roket. Suatu hari, ia dipanggil sang boss. Ditanya tentang berapa kesalahan yang sudah ia lakukan, dengan nada tegas ia menyebut angka 65.121 kali. Ditanya lagi, perlu berapa kesalahan lagi agar roketnya bisa terbang, ia menyebut angka
5.000 kali lagi !.

Billy Joel

Pemusik terkenal ini hanya menamatkan sekolahnya di tingkat SMU. Pernah lama mengisi perut hanya dengan kegiatan menjadi pengamen. Lama juga tidur di emper setiap malamnya. Satusatunya kekayaan yang ia miliki saat itu, adalah seorang pacar. Dan, yang inipun belakangan kabur tidak tahan. Ia pernah mau mencoba bunuh diri karena hal terakhir. Namun, kesadaran membawa dia datang ke seorang psikiatri. Dari sinilah kemudian terbit sebuah kehidupan baru dalam diri Billy Joel. 

Charles Dicken 
 

Seorang penulis terkemuka dunia, suatu hari bercita‐cita menjadi seorang penulis. Sembari menjadi tukang tempel merk di sebuah pabrik lem tikus, ia mengirim tulisan agar bisa diterbitkan di media. Setelah ribuan kali tulisannya dikembalikan, ia sangat malu dengan rekanrekan sekantornya. Tidak mau lebih malu lagi, ia kemudian mengirimkan tulisannya secara sembunyi‐sembunyi hampir setiap malam. Tidak terhitung, di kiriman yang ke berapa ribu, akhirnya artikel pertamapun muncul di media. 

BurhanFIX

I want to become Muslim intellectual, author of books on science and faith topics. Defender of freedom of thought, peace and love

0 comments:

Posting Komentar