1.
Belum meratanya pembangunan dan hasil pembangunan
Kabupaten Garut, sehingga menimbulkan wacana adanya pemekaran wilayah Garut
Selatan yang merasa tidak mendapat perhatian yang adil dan penuh dari
pemerintah Kabupaten Garut.
2.
Adanya gangguan secara politis dalam beberapa tahun
terakhir, kasus bupati terdahulu dan para pejabat, anggota DPRD Kabupaten
Garut, serta kasus Bupati yang sekarang memimpin sedikit banyak mengganggu laju
pembangunan dan investasi di Garut.
3.
Adanya ketidakseimbangan antara perkembangan jumlah
penduduk dengan laju perkembangan
industri dan produksi . Laju perkembangan jumlah penduduk di Garut lebih cepat
dibanding dengan laju perkembangan industri
dan produksi.
4.
Mulai terasa adanya kemacetan jalan raya karena
beberapa pabrik yang dibangun pada wilayah yang kurang strategis seperti Pabrik
Bulu Mata yang terlalu berdekatan dengan perempatan Sukaregang.
Kenyataan
untuk mencari pekerjaan di Kabupaten Garut :
1.
Pada tahun-tahun sebelumnya, masyarakat Garut banyak
yang mencari pekerjaan di luar wilayah Garut baik menjadi pedagang ataupun
pekerja pada beberapa perusahaan seperti di Bandung, Jakarta, Tangerang, Bekasi
dan beberapa kota besar lainnya.
2.
Pada tahun-tahun terakhir, muncul beberapa perusahaan
yang banyak menampung tenaga kerja seperti pabrik Bulu Mata, industri kulit
serta beberapa Toko Swalayan Ramayana, Asia, Yogya dan counter produk terkenal
baik KFC maupun beberapa restoran yang relatif besar.
3.
Meskipun UMR Kabupaten Garut masih tergolong rendah
yaitu sekitar Rp. 800.000, namun tingkat kebutuhan ekonominya tergolong belum
terlalu tinggi, sehingga ketertarikan untuk menjadi karyawan swasta di Garut
masih menjanjikan.
4.
Adanya upaya pemerintah Garut yang mulai mengembangkan
wilayah Garut Utara sebagai alternatif daerah untuk kantor pemerintahan dan
instansi diharapkan akan menimbulkan
angin segar pada kehidupan sehari-hari masyarakat Garut, menghindarkan kemacetan
jalan raya yang pada saaat ini bertumpu di daerah pusat perkotaan Garut.

0 comments:
Posting Komentar